Awal cerita Ferry, Rifky, Simon, Aryo & Steve sudah bersahabat sejak kecil. Saat mereka remaja, Steve harus pindah rumah mengikuti orang tuanya. Selang beberapa tahun, saat Steve akan melangsungkan pernikahannya, Steve kembali datang kelingkungan tempat tinggal lamanya untuk mengundang ke empat sahabat karibnya. Simon yang tidak mau kehilangan momen berharga yaitu kesempatan untuk bertemu dengan Steve, langsung mengatur sebuah pesta bujang dengan membuat kejutan untuk Steve dan sahabatnya.

Di sebuah rumah tua, Simon mengajak keempat sahabatnya dan mengundang seorang penari perut yang sexy bernama Safira. Akan tetapi karena sebelumnya Safira telah menerima 5 order tarian yang membuat Safira terlalu letih dan sangat mengantuk, sehingga hal ini membuat acara Simon Cs menjadi hampir berantakan. Sebagai alternatif pengganti, Simon mengeluarkan permainan “Jangka Setan” yaitu permainan memanggil arwah dengan menggunakan media jangka. Simon membacakan semua mantra, membuat Aryo ketakutan, sedangkan yang lain sangat menyukai permainan itu.

Saat suasana mulai aneh, tiba-tiba seseorang yang cukup disegani yaitu Pak Burhan dan dua orang hansip yaitu Hansip Japra dan Hansip Adung datang membubarkan acara mereka.

Ketika Steve sampai dirumah, ia mengalami keanehan dan diganggu oleh Hantu Wanita Tua yang telah terpanggil oleh mereka. Keesokan harinya mereka semua mulai dihantui oleh beberapa mahluk halus. Ferry juga bertemu dengan seorang gadis misterius yang mulai mencuri hatinya. Bagaimana Ferry Cs dapat menghadapi masalah yang kini datang dan semakin lama semakin menimbulkan konflik pada persahabatan mereka??? Dan akankah juga Ferry menemukan cinta sejatinya?Film yang berjudul ‘Hantu Biang Kerok’ merupakan sebuah film bergenre horor garapan sutradara We We dibawah rumah produksi Djakarta Pictures.

Film ini menceritakan tentang sekelompok anak muda yang membuat pesta untuk melepas masa lajang slah satu sahabatnya. Namun, dalam pesta tersebut malah berubah dengan adanya penampakan sosok-sosok hantu.

Secara keseluruhan film berkesan dengan film-film horor yang diproduksi tahun 1980-an. Pasalnya film ini mengambil setting kehidupan kampung betawi dengan horor yang dicampur banyolan betawi.

Sementara itu, mengenai cerita yang diangkat, maka film ini merupakan film horor biasa yang banyak beredar di Indonesia. Tidak ada sesuatu yang baru dari cerita yang ditampilkan, bahkan film ini lebih seperti FTV. ((soutce: http://film.indonesiaselebriti.com/ulasan_film/Review/232132605326))