Pulau Hantu

Film  horor produksi Multivision Plus Pictures yang diproduseri oleh Raam Punjabi, Pulau Hantu, kebanyakan mengambil setting di pantai, namanya juga pulau tak dikenal.  Cerita ini diawali oleh sekelompok remaja pergi berlayar ke sebuah pulau (Bunaken?). Ternyata, bapaknya yang punya kapal menyuruh anaknya yang memakai kapal itu untuk segera mengambil arah pulang karena membawa kapal tanpa izin. Karena harus nurut, tapi masih pengen jalan-jalan mereka semua turun di sebuah pulau yang bukan tujuan mereka tapi ada tempat resornya. Belakangan diketahui bahwa pulau itu ada pemiliknya, dan anak perempuannya diceritakan mati tenggelam dan kini mengantui pulau itu.
Dengan banyak beradegan di pantai, tak pelak lagi, banyak abege-abege cewek ceking ini berpakaian bikini berenang ke sini berenang ke sana, naik jetski dan blah blah lainnya. Akhirnya, film ini menjatuhkan kelasnya sendiri ke bawah kelas film Warkop DKI. Belum lagi hantunya sendiri digambarkan mangap terus.
Ending filem, ketika hantu perempuan itu berhasil memojokkan anak-anak remaja tadi, si ayah muncul, “Tania, hentikan!” Dan dimulailah percakapan kosong dan anak-anak remaja tadi berhasil kabur selagi hantunya diajak ngobrol sama ayahnya. Yang menjadi pertanyaan dari tadi ayahnya ngapain aja selagi hantunya asik ngebantai yang lain? Ngumpulin keberanian buat ngadepin hantu anaknya sendiri? Akhirnya Sang ayah meluk anaknya memohon supaya jangan ngebunuh lagi, hiduplah dengan tenang. Dan, tiba-tiba muncullah hantu anak perempuan yang sebenarnya. Ternyata, ayahnya lagi meluk hantu perempuan lain Siapa hantu yang lagi dipeluk sang Ayah itu? Tidak  diceritakan, mungkin dianggap tidak penting  menurut pembuat cerita, produser dan sutradaranya. Akhirnya bapaknya dicekik oleh hantu perempuan tadi. Anak yang hantu itu? Ya sudah, muncul sekali itu saja.
Masih banyak adegan-adegan lain yang menurut saya rancu dan pasaran, mudah ditebak dan tidak membuat penonton penasaran.