Film lantai 13 merupakan film berjenis horror. Dalam film ini memang agak berbeda dengan film-film horror lainnya. Biasanya film horror di Indonesia banyak menampilkan unsur-unsur mengangetkan, atau dengan comedian yang lucu.
Lantai 13 mencoba menyuguhkan sebuah tontonan horror yang menarik, jauh dari keangkeran dan kesunyian. Pada film ini, Penonton diajak untuk merasakan suasana mencekam yang sengaja diciptakan sang sutradara.
Dalam hal ini, film ini juga mengadopsi jenis atsmoferic horror. Dimana sang tokoh, Luna selalu dihantui dengan menyebutkan lantai 13. Selain itu, dalam Lantai 13 ini hanya menampilkan sekitar 2 atau 3 adegan yang mengangetkan, serta beberapa adegan komedi yang mampu menurunkan ketegangan.

Cerita sendiri dimulai dengan seorang gadis yang datang ke sebuah gedung jangkung di ibukota diantar sang pacar yang wartawan Rafael (Ariyo Wahab) . Luna (Widi Mulia), namanya, rupanya mendapat panggilan kerja dan bertemu Laras (Virnie Ismail) yang mengajaknya ke lantai 13. Sesaat kemudian aura aneh menyelimuti tempat tersebut. Keanehan itu dimulai dengan fakta bahwa surat panggilan untuk Luna ternyata sudah setahun kadaluwarsa, namun masih diterima kerja di sana oleh Ibu Siska (Bella Esperance). Jabatannya sekarang sebagai sekretaris Albert (Lukman Hakim). Keanehan lain adalah munculnya Kuntara (Tio Pakusadewo), orang kepercayaan sang bos yang misterius. Belakangan, hidup Luna sendiri kini dipenuhi dengan suara-suara aneh yang menghantui benaknya. Ada apa di balik semua itu?
(( source: http://demo.indonesiaselebriti.com/indoseleb2009.film/ulasan_film/ArchivesF/368720644312/LANTAI-13 ))