Mungkin pertama kali liat posternya, pasti nyebut kalo Pocong yang ini kelanjutan dari pocong 3. Tapi ini Pocong yang berbeda , tapi kenapa juga harus ngikutin Kinaryosih sbg Castingnya, mungkin karena Kinaryosih identik dengan pocong. Entahlah.

Film di mulai dengan kepindahan keluarga Muda Ivan dan Rini (yang di perankan Asraf Sinclair dan Nabila Syakib) di rumah yang baru mereka beli di deket hutan pinus bersama dengan anak mereka Laura yang diperankan oleh Sakina Deva.

Mulai awal pindah Rini sebenarnya kurang begitu nyaman, tetapi karena penjelasan Ivan dia setuju saja…

Awal scene terlihat orang yang lebih mirip tukang kebun (tapi lebih sering dihutan)yang pertama kali di teror oleh pocong dengan tanah kuburan yang jatuh di atas kepalanya, dan jelas mengagetkan para penontonnya. Itulah khas film horor Indonesia yang menurut saya tidak pernah di tingkatkan dari segi cerita.  Selanjutnya bergantian Laura, karena anak kecil yang selalu ingin  tahu apa saja yang dilakukan anak sebaya dia, sampai akhirnya dia mengikuti anak kecil yang sebaya sama dia sampai di gubuk yang mirip gudang.Bagian ini juga yang dapat membuat kaget para penonton. Sudah dapat diduga sebelumnya  kalau  Pocong akan muncul dari sudut yang sudah sering terjadi pada film horo lain. Cerita berlangsung seperti yang sudah – sudah, bisa di tebak, anak yang hilang di culik pocong, Ibu yang Depresi, Ayah yang tidak percaya takhayul, dan Dokter di tengah hutan.

Membahas acting, entah kenapa? Malah peran utama di sini terasa kaku banget dengan dialog formal dan pengucapan yang ga tepat sasaran serta mimik muka yang masih standar sinetron. Tetapi semua terselamatkan berkat duet acting antara Pocong (Walaupun sekedar penampakan) dengan pemeran anaknya Nabila, Laura. Hebatnya anak sekecil itu bisa bermain dengan acting ketakutan yang seperti tidak di buat – buat,  apalagi saat anak kecil tersenut di gendong dan saat  di gudang.Samgat menyeramkan. Kalau untuk Chemistry, Asraf dan Nabila,  sangat kurang pas sebagai Suami Istri, maupun sebagai Bapak dan Ibu. Untuk pemeran Dokter Lila yang dimainkan oleh  Kinaryosih  masih kaku.

Tapi bukan berarti film ini tidak bagus, dari Scoringnya sangat bagus dan pas, dari sisi kamera, pengambilan gambarnya juga dinamis. Editingnya hanya kurang untuk pengalihan plot, sedikit tersendat tapi lumayan lancar dari pada yang dulu.
secara keseluruhan film imi cukup menghibur dan membuat penonton sedikit tegang saat menyaksikannya. Namun tetap saja film seperti ini sudah banyak yang rilis terlebih dahulu, jadi masih miskin kreatifitas.

(( source: http://www.exodiac.com/movies/reviewdetail.php?id=EMR0000794 ))