Bertualang selama 20 hari di dalam hutan, melawan suhu dingin hingga 12 derajat Celcius, menelusuri wajah hutan dari helikopter yang berkeliling di ketinggian 100 meter dari rimbun pepohonan tertinggi, Kuntilanak 3 membuat para pecinta film horor merasa terteror.

Film yang dirilis pada 3 Maret 2008 ini, semangat sang produser semakin tinggi untuk membuktikan bahwa Kuntilanak 3 bersama dua prequelnya adalah film dengan unsur horor terbaik yang pernah ada di Indonesia, mulai dari pengkarakteran yang semakin berkembang, lokasi yang bervariasi, hingga unsur-unsur horor yang tensinya semakin meninggi.

Tim kreatif Kuntilanak 3 terus mencari lokasi macam apa yang bisa menimbulkan efek seram melebihi rumah tua, kuburan, lubang pembuangan mayat, ruangan penyiksaan. Gelapnya hutan dan kerapatan pohon raksasa akhirnya terpilih untuk menjadi setting cerita akhir dari trilogi Kuntilanak ini.

Di Indonesia, hutan mana yang enggak punya ‘cerita’ ? Hutan dengan suasananya yang gelap dan dingin disebut sebagai tempat bersemayam banyak mahluk lembut, termasuk Kuntilanak yang suka dengan pepohonan. Karena alasan itulah Kuntilanak 3 dibuat full di dalam hutan.

Eksplorasi kengerian Kuntilanak 3 tidak hanya sebatas hutan saja. Kekejian teluh Kuntilanak membawa Julie Estelle , Imelda Therine , Laura Antoinetta, Mandala Shoji , dan Reza Pahlevi  mempertahankan nyawa masing-masing di kegelapan gua, hingga gemuruh air terjun yang dahsyat.

Penampakan Kuntilanak makin seram, dan kekejamannya makin tanpa ampun. Tokoh Samantha yang diperankan Julie juga semakin kuat dan semakin teguh untuk membuat perhitungan dengan Mbah Putri yang penampakannya bahkan lebih seram dari Kuntilanak peliharaannya.

Dendam kematian Agung kekasihnya, membawa Samantha menghadapi keangkeran hutan yang menjadi benteng gaib desa Ujung Sedo hingga bertemu dengan empat orang anggota tim SAR, Darwin, Herman, Petra dan Asti, sedang menyisir hutan untuk mencari temannya yang hilang tanpa jejak. Petualangan empat anak muda tangguh ini akhirnya harus bersatu dengan misi gaib Samantha, bersama-sama menghadapi berbagai keganjilan hutan dan kebuasan Kuntilanak yang mematikan.

Perkembangan kualitas mulai dari kualitas cerita, kengerian, perkembangan karakter sampai ke hal-hal teknis pembuatan film terjadi pada film Kuntilanak 3 ini . Skenario Kuntilanak 3 dirancang untuk menghadirkan adegan-adegan horor tingkat tinggi yang dieksekusi dengan detil olehsang sutradara dan crew-nya. Satu unit helikopter digunakanl untuk mendapatkan gambaran hutan yang menakutkan, sekaligus untuk menciptakan kemegahan adegan kedatangan empat anggota tim SAR.

Adegan – adegan dalam film ini dibuuat untuk memukau para penonton misalnya adalah, adegan dengan helikopter ini adalah adegan paling megah yang pernah ada di film horor Indonesia. Tidak hanya megah, sang sutradara juga membuat adegan-adegan sulit dengan sangat akurat.

Ada satu adegan dimana salah satu karakter harus loncat dari atas air terjun setinggi lebih dari 50 meter. Untuk adegan-adegan seperti ini pasti ada ahlinya yang sengaja didatangkan khusus untuk menjamin keselamatan pemain. Sehingga didapatkan gambar yang sesuai skenario.

Semua usaha ini diadakan untuk membuat sebuah film horor yang memang layak bikin ngeri, dan yang paling penting layak tonton dan karenanya orang tidak merasa percuma datang ke bioskop untuk Kuntilanak 3.
(( source: http://old.rumahfilm.org/kabar/kabar_kuntilanak.htm ))