Bagian pertama dari trilogi film kuntilanak karya sutradara Rizal Mantovani ini dirilis pada tahun2006 yang berkisah tentang Samantha yang memiliki kemampuan untuk memanggil kuntilanak dengan cara menyinden. Film yang diproduksi oleh MVP PICTURES ini cukup menarik para penonton bioskop untuk menyaksikan film ini, terbukti dari membludaknya jumlah penonton saat penayangan film ini di bioskop – bioskop seluruh Indonesia.

Film ini sangat menarik mulai dari segi jalan cerita, visualisasi gambar sampai teknik – teknk artistik dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat benar – benar nyata. Alur cerita yang disuguhkan sangat berbobot. Tidak hanya membuat penonton menjerit – menjerit dan merasakan ketegangan, tetapi juga membuat penontonnya sedikit berpikir dan membuat penasaran apa yang akan terjadi pada adegan selanjutnya.

Tim make up artist sepertinya bekerja keras untuk membuat sosok kuntilanak yang benar – benar menyeramkan. Mereka membuat seperti itu mungkin dengan melakukan semacam observasi mengenai bagaimana wujud kuntilanak sebenarnya, saya sendiri tidak tahu bagaimana bentuk dan wujud kuntilanak yang asli seperti apa.

Penata artistik juga melakukan pekerjaannya dengan baik dalam film ini, mereka menyediakan berbagai macam properti yang dibutuhkan untuk pengambilan gambar film kuntilanak ini. Kesan barang – barang kuno yang ditampilkan benar – benar seperti barang yang sudah sangat lama tidak terpakai dan menjadi legenda. Contohnya pada benda cermin yang dianggap keramat dakam film ini. Penentuan lokasinya pun sangat pas. Sebuah rumah tua yang dijadikan tempat kost benar – benar sesuai dengan skenario yang memang ingin menampilkan sebuah rumah yang sudah tua yang dimiliki oleh keturunan Mangkoedjiwo.

Film Kuntilanak dibintangi oleh pemain – pemain yang sudah memiliki nama di dunia seni peran. Sebut saja tokoh Samantha yang diperankan oleh Julie Estelle, dan tokoh Agung yang diperankan oleh Evan Sanders. Keduanya merupakan talent yang pas untuk memainkan karakter dalam cerita. Tidak menimbulkan kesan “dibuat – buat”  saat bermain dalam film ini.

Dikemas dengan adegan yang tidak monoton, artinya tidak hanya terlalu banyak dialog tetapi juga scene yang menegangkan  dan efek – efek yang bagus yang terlihat nyata. Secara keseluruhan film ini cukup sukses. Jalan cerita yang tidak pasaran, pemain yang tidak sembarangan, dan juga membuat orang penasaran akan kelanjutan film ini.